Pengertian dan Cara Membuat Jurnal Penutup yang Benar

Posted on

Cara membuat jurnal penutup wajib dikuasai dengan baik agar sistem akuntansi atau pembukuan yang dibuat perusahaan tepat atau tidak keliru.

Sebelum membahas bagaimana cara membuat jurnal penutup, maka sebaiknya diketahui pengertian jurnal penutupdan mengapa harus dibuat jurnal penutup.

cara membuat jurnal penutup

Pengertian Jurnal Penutup

Pengertian Jurnal Penutup dalam akuntansi yaitu sebuah jurnal yang harus dibuat setiap akhir periode dan berfungsi untuk menutup berbagai akun-akun nominal yang hanya berlaku untuk periode berjalan saja.

Dalam Pengertian jurnal penutup di atas terdapat dua poin yang perlu digaris bawahi.

Pertama yaitu waktu pembuatan jurnal penutup adalah pada akhir periode akuntansi perjalan (tahap tutup buku)

Kedua yaitu fungsi atau tujuan dibuat jurnal penutup adalah untuk menutup akun-akun nominal.

Pertanyaannya adalah : apa saja akun-akun nominal yang harus di tutup?

Akun yang harus di tutup yaitu akun pendapatan, akun beban, akun prive dan ikhtisar laba-atau rugi.

Akun-akun tersebut harus ditutup hal ini karena akun-akun tersebut hanya berlaku untuk periode berjalan saja dan tidak akan berlaku untuk periode selanjutnya.

Misalnya akun pendapatan, akun ini perlu ditutup karena saldo pendapatan pada periode tersebut hanya berlaku untuk periode itu saja yaitu untuk menghitung laba-rugi periode tersebut.

Sedangkan pada periode selanjutnya akan muncul saldo pendapatan yang berbeda lagi.

Akibat dibuatnya jurnal penutup maka saldo dari akun-akun nominal yang ditutup akan bernilai Nol “0” setelah jurnal penutup tersebut diposting kebuku besar.

Sehingga akun-akun yang tersisa hanyalah akun rill atau akun neraca saja yaitu golongan akun Harta, Hutang dan Modal.

Nah, selanjutnya akun-akun neraca atau akun rill inilah yang akan disajikan dalam neraca saldo penutup pada periode berjalan atau neraca saldo awal pada periode selanjutnya.

Secara lebih detail simaklah tujuan pembuatan jurnal penutup atau fungsi jurnal penutup berikut ini.

Mengapa Harus Membuat Jurnal Penutup?

Untuk anda yang bertanya “Mengapa harus dibuat jurnal penutup?” hal ini karena tujuan atau fungsi jurnal penutup sangat penting agar laporan keuangan yang dihasilkan akurat.

Simak Juga : Cara membuat jurnal penyesuaian perusahaan jasa

Secara rinci inilah fungsi dibuatnya jurnal penutup dalam sistem pembukuan atau akuntansi.

  1. Menutup saldo akun-akun nominal , sehingga semua akun nominal bersaldo nol “0”
  2. Membuat saldo modal relevan dengan kondisi yang sebenarnya, dengan dibuatnya jurnal penutup maka setelah jurnal penutup diposting ke buku besar, saldo modal akan sama besarnya dengan saldo ahir yang dilaporkan di neraca maupun laporan perubahan modal.
  3. Memisahkan saldo akun pendapatan dan beban periode sekarang dengan periode selanjutnya.
  4. Sebagai penunjang pembuatan neraca awal periode berikutnya.
  5. Membuat proses pemeriksaan pembukuan lebih mudah, karena telah dilakukan pemisahan transaksi-transaksi periode sekarang dan periode selanjunya.  
  6. Menjadikan Laporan Keuangan Akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Jasa

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa jurnal penutup hanya dibuat untuk menutup akun-akun nominal saja yaitu akun pendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, dan prive.

Nah, agar anda lebih mudah memahami jurnal penutup silahkan amati Format jurnal penutup perusahaan jasa berikut ini :

Jurnal Penutup Perusahaan jasa

Jurnal Penutup Akun Pendapatan

Cara Menutup Akun Pendapatan yaitu dengan memindahkan rekening akun pendapatan ke rekening ikhtisar laba/rugi.

Caranya cukup mudah yaitu dengan menempatkan akun pendapatan berkebalikan dengan posisi saldo normalnya, saldo normal pendapatan yaitu kredit, sehingga untuk menutup pendapatan yaitu dengan menempatkan akun pendapatan pada posisi debit.

Contoh Jurnal Penutup untuk Menutup Akun Pendapatan yaitu sebagai berikut :

(Db) Pendapatan Jasa…. Rp 15.000.000

(Kr) Ikhtisar Laba/Rugi….. Rp 15.000.0000

Jurnal Penutup Akun Beban

Cara Menutup Akun Beban yaitu dengan memindahkan rekening akun Beban ke rekening ikhtisar laba/rugi. Caranya cukup mudah yaitu dengan menempatkan akun Beban berkebalikan dengan posisi saldo normalnya, saldo normal Beban yaitu Debit, sehingga untuk menutup Beban yaitu dengan menempatkan akun Beban pada posisi Kredit.

Contoh Jurnal Penutup untuk Menutup Akun Beban yaitu sebagai berikut :

(Db) Ikhtisar Laba/Rugi …. Rp 8.000.000

(Kr) Beban Usaha …………. Rp 8.000.0000

Jurnal Penutup Ikhtisar Laba/Rugi

Untuk Menutup akun ikhtisar laba/rugi yaitu dengan cara memindahkan seluruh saldo ikhtisar laba/rugi ke akun modal.

Menutup Iktisar Laba-rugi Jika Kondisi Perusahaan Laba :

(Db) Ikhtisar Laba/Rugi …. Rp 7.000.000

(Kr) Modal ……………………….Rp 7.000.000

Menutup Iktisar Laba-rugi Jika Kondisi Perusahaan Rugi :

(Db) Modal ………………. Rp 7.000.000

(Kr) Ikhtisar Laba/Rugi …… Rp 7.000.000

Jurnal Penutup Akun Prive

Untuk menutup akun prive caranya yaitu dengan memindahkan akun prive ke akun modal. Contoh Jurnal Penutup untuk menutup Prive yaitu :

(Db) Modal …………. Rp 2000.000

(Kr) Prive ………………… Rp 2.000.000

Demikianlah pembahasan tentang pengertian jurnal penutup dan cara membuat jurnal penutup perusahaan jasa, Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat untuk anda, jika anda kesulitan silahkan tuliskan komentar anda, jika artikel ini bermanfaat silahkan Share ke teman-teman anda.

Gravatar Image
Seorang Pendidik dibidang Ilmu Akuntansi. Lewat website ini saya publikasikan berbagai materi akuntansi untuk anda yang sedang belajar akuntansi. Lihat Profile Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *