Perbedaan Biaya Dengan Beban yang sering dilupakan

Posted on

Dalam akuntansi kita sering dihadapkan dengan istilah biaya (cost) dan beban (expense), sebenarnya apa perbedaan biaya dengan beban? atau apakah kedua istilah tersebut sama?

perbedaan biaya dengan beban

Nah, Jika itu yang menjadi pertanyaan saudara, maka tidak salah saudara diantarkan google menuju halaman ini.

Dalam artikel ini akan dipaparkan perbedaan biaya dengan beban atau perbedaan cost dan expense, untuk selengkapnya silahkan pahami uraian berikut:

Perbedaan Biaya dengan Beban dilihat dari Maknanya

Biaya atau cost merupakan pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.

Sumber ekonomi yang dimaksud disini dapat berupa uang.

Sedangkan aktiva disebut juga harta merupakan jenis kekayaan perusahaan atau organisasi ekonomi, contoh aktiva antara lain persediaan barang, kendaraan, gedung dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya simaklah contoh berikut:

Contoh 1 :

PD Sentosa membeli sebuah kendaraan berupa truk seharga Rp 500.000.000 secara tunai untuk menunjang kegiatan operasional usahanya yaitu mengangkut barang dagang yang dibelinya dari pemasok.

Berdasarkan contoh ini maka pengeluaran  uang sebesar Rp 500.000.000 merupakan biaya (cost), disebut biaya karena uang tersebut merupakan salah satu sumber daya ekonomi yang dikorbankan untuk mendapatkan sebuah truk (truk atau kendaraan merupakan salah satu jenis aktiva), truk ini dibeli karena dibutuhkan perusahaan untuk kegiatan operasional usahanya atau dengan kata lain truk mempunyai manfaat bagi perusahaan.

Contoh 2 :

PT Zafira yang bergerak dibidang industri (manufaktur),  membeli persediaan bahan baku untuk produksi senilai Rp 2000.000 secara tunai.

Pembelian persediaan bahan baku ini merupakan contoh biaya, hal ini karena uang yang dikeluarkan atau dikorbankan perusahaan sebesar Rp 2000.000 digunakan untuk mendapatkan aktiva (persediaan barang).

Contoh 3 :

Pada bualan januari 2013 CV Shofa membayar sewa gedung sebesar Rp 10.000.000 untuk lima tahun yaitu sampai dengan tahun 2017.

Pembayaran sewa gedung yang dilakukan UD zafira dengan mengeluarkan uang Rp 10.000.000 merupakan contoh biaya, hal ini karena uang yang dikorbankan digunakan untuk melakukan pembayaran sewa gedung yang dilakukan dimuka, sewa dibayar dimuka merupakan salah satu jenis aktiva sehingga pengeluaran yang dilakukan UD Zafira dikategorikan sebagai biaya.

Setelah memahami arti biaya dalam pemaparan di atas, selanjutnya mari kita pahami pengertian beban.

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi dalam suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar aktiva dapat juga diartikan sebagai pengeluaran yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan.

Berdasarkan definisi ini maka kita dapat mengetahui bahwa pengeluaran yang dikategorikan sebagai beban yang pertama jika pengeluaran tersebut ditujukan untuk memperoleh pendapatan, yang kedua jika pengeluaran tersebut dalam bentuk arus keluar aktiva sebagai akibat pemakaian aktiva tersebut sehingga terjadi penurunan manfaat ekonomi, misalnya beban penyusutan mesin produksi.

Untuk memperjelas silahkan pahami contoh berikut ini :

Contoh 1 :

Setelah digunakan untuk operasional selama 1 tahun, truk yang dibeli PT Sentosa disusutkan sebesar Rp 2.000.000, Penyusutan sebesar 2000.000 ini merupakan suatu pengurangan manfaat ekonomi dari truk (aktiva) selama 1 tahun sehingga pengalokasian penyusutan aktiva tetap dikategorikan sebagai beban.

Contoh 2 :

Pada awal januari dibeli tinta untuk printer senilai Rp 100.000, namun pada ahir bulan diperkirakan nilai tinta tersebut tersisa Rp 20.000, dengan demikian nilai ekonomi perlengkapan (tinta) yang telah habis sebesar Rp 80.000 dikategorikan sebagai beban, yaitu beban perlengkapan.

Perbedaan Biaya dan Beban dilihat dari Penyajian dalam Laporan Keuangan

Pengeluaran yang dikategorikan sebagai biaya atau cost disajikan pada laporan keuangan yaitu dalam neraca.

Pada dasarnya pengeluaran yang dikategorikan sebagai biaya merupakan pengeluaran modal (capital expenditure) pengorbanan yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh aktiva tetap, untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis perusahaan dan kapasitas produktif aktiva tetap, serta memperpanjang masa manfaat aktiva tetap.

Sedangkan pengeluaran yang dikategorikan sebagai beban atau expense, disajikan dalam laporan laba-rugi.

Pada dasarnya pengeluaran yang dikategorikan sebagai beban merupakan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) yaitu yang hanya akan memberi manfaat dalam periode berjalan, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan tidak akan dikapitalisasi sebagai aktiva tetap di neraca, melainkan akan langsung dibebankan sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan dimana biaya tersebut terjadi (dikeluarkan), misalnya beban listrik, beban air, beban penyusutan dan sebagainya

Pencatatan Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Agar semakin jelas tentang perbedaan biaya dengan beban, maka silahkan simak baik-baik ilustrasi berikut ini dengan baik ya.

Pada tanggal 1 Novemberi 2013 UD  Zafira membayar uang sewa gudang senilai Rp. 1.200.000 untuk satu tahun untuk menyimpan persediaan barang.

Berdasarkan ilustrasi di atas maka pengeluaran sebesar Rp 1.200.000 yang dilakukan pada 1 november 2013 diperlakukan sebagai biaya, hal ini karena pengeluaran tersebut dipergunakan untuk mendapat suatu “aktiva” yang berupa “hak untuk menggunakan gudang selama satu tahun.”

seiring berlalunya bulan, maka sebagian dari masa pakai gudang tersebut berkurang dan setiap pengurangan masa pakai gudang diakui sebagai beban (expense).

Sehingga pada tanggal 31 desember 2013 telah berlalu 2 bulan yang terhitung mulai bulan november sehingga yang diperlakukan sebagai beban sebesar Rp 200.000.

Apabila dibuatkan jurnal, maka selengkapnya adalah sebagai berikut:

Jurnal pada tanggal 1 november 2013 adalah sebagai berikut:

(Db) Sewa gudang dibayar dimuka …….  Rp 1.200.000

    (Kr) Kas  …………………………………………..Rp 1.200.000

Jurnal pada 31 desember 2013 adalah sebagai berikut:

(Db) Beban sewa gudang …………………. Rp 200.000

      (Kr) Sewa gudang dibayar dimuka ………….Rp 200.000

Perkiraan sewa gudang dibayar dimuka sekarang mempunyai saldo Rp. 1000.000 yang mencerminkan pembayaran dimuka untuk selama satu tahun. Perkiraan beban sewa Rp 200.000 mencerminkan pengeluaran  untuk periode tersebut.

Demikianlah pembahasan tentang pemaparan perbedaan biaya dengan beban dalam situs akuntansi pendidik, semoga pembahasan ini dapat menabah pemahaman saudara tentang biaya (cost) dan beban (expense).

Gravatar Image
Seorang Pendidik dibidang Ilmu Akuntansi. Lewat website ini saya publikasikan berbagai materi akuntansi untuk anda yang sedang belajar akuntansi. Lihat Profile Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *