Contoh Soal Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap dan Pembahasannya

Posted on

Dalam Postingan Ini akan dipaparkan Latihan Soal Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap dan pembahasannya. Diharapkan setelah membaca postingan ini anda dapat menguasai tentang perhitungan penyusutan aktiva tetap dan menerapkannya pada dunia usaha.

Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap

Pada pembahasan sebelumnya telah diterangkan tentang metode penyusutan aktiva tetap, agar pemahaman tentang metode penyusutan aktiva tetap lebih jelas maka sebaiknya anda simak dengan baik penerapan metode penyusutan aktiva tetap tersebut dalam contoh perhitungan yang akan disampaikan dalam postingan ini.

Agar anda dapat memahami pembahasan Latihan soal perhitungan penyusutan aktiva tetap ini dengan baik disarankan untuk membaca dengan baik ilustrasi soal yang tersedia setelah itu anda berusaha menjawab soal tersebut dengan berbekal pada pemahaman anda tentang metode penyusutan aktiva tetap yang telah dibahas sebelumnya.

Selanjutnya sesudah menemukan jawaban atas soal yang telah anda pahami, langkah berikutnya adalah mencocokan jawaban anda dengan pembahasan soal penyusutan aktiva tetap yang penulis sajikan dibawah ilustrasi soal, silahkan baca dan pahami ilustrasi soal berikut ini:

Ilustrasi Soal Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap

1) Pada tanggal 1 desember 2012, PT jaya kusuma membeli sebuah mobil angkut bekas dengan harga perolehan Rp 85.000.000. Mobil tersebut diperkirakan mempunyai umur ekonomis 5 tahun, dengan nilai residu Rp 10.000.000. Berdasarkan data dalam ilustrasi ini hitunglah besarnya penyusutan dengan metode garis lurus!

2) Sebuah mesin produksi dengan harga Rp 315.000.000 mulai digunakan untuk operasi perusahaan pada bulan Januari 2011. Umur penggunaan ditaksir selama 5 tahun dengan nilai residu Rp 15.000.000. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari penggunaan mesin tersebut dengan metode jumlah angka tahun!

3) Sebuah mobil mulai dioperasikan untuk usaha pada tanggal 1 Januari 2012. Mobil tersebut diperoleh dengan harga Rp 165.000.000 dan ditaksir dapat dioperasikan untuk usaha selama 5 tahun. Hitunglah penyusutan tiap tahun dengan metode menurun berganda!

4) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000, selama 4 tahun ditaksir akan menghasilkan 40.000 unit dengan perincian sebagai berikut:

tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit. Hitunglah penyusutan perunit dan penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan unit produk!

5) Harga perolehan mesin produksi Rp 12.500.000 dengan Nilai Residu Rp 780.000,umur ekonomis empat tahun. selama 4 tahun mesin tersebut digunakan sebanyak 10.000 jam,sedangkan kegiatan untuk tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam. Hitunglah penyusutan tiap tahun dari mesin tersebut dengan metode satuan jam kerja!

Pembahasan Soal Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap

Pembahasan soal 1

Dalam soal 1 diketahui harga perolehan mobil Rp 85.000.000, Umur ekonomis 5 tahun, dan nilai residu Rp 10.000.000.

Berdasarkan data tersebut dapat dicari besarnya penyusutan dengan metode garis lurus tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:

Penyusutan tiap tahun = (Harga perlehan-Nilai residu) : Umur ekonomis

                      = (85.000.000 – 10.000.000) : 5

                      = Rp 15.000.000

Pembahasan soal 2

Dalam soal 2 dapat diketahui Harga perolehan mesin Rp 315.000.000, nilai residu Rp 15.000.000, dan umur ekonomis 5 tahun.

Berdasarkan data tersebut besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode jumlah angka tahun dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut:

Langkah pertama mencari jumlah angka tahun umur aktiva;

Jumlah angka tahun => 1+2+3+4+5 = 15

Setelah diketahui jumlah angka tahun selanjutnya dapat dicari penyusutan tiap tahun dengan rumus berikut ini:

Penyusutan= (Sisa umur penggunaan/ Jumlah angka tahun)  x (harga perolehan-nilai residu)

Penyusutan tahun 1 = (5/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 100.000.000

Penyusutan tahun 2 = (4/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 80.000.000

Penyusutan tahun 3 = (3/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 60.000.000

Penyusutan tahun 4 = (2/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 40.000.000

Penyusutan tahun 5 = (1/15) x (315.000.000-15.000.000) = Rp 20.000.000

Pembahasan soal 3

Dalam soal 3 dapat diketahui bahwa Harga perolehan Rp 165.000.000, nilai ekonomis 5 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung besarnya penyusutan tiap tahun dengan metode menurun ganda dengan perhitungan sebagai berikut:

Langkah pertama mencari besarnya besarnya persentase penyusutan tiap tahun;

Jika dalam metode garis lurus persentase penyusutan tiap tahun adalah:

= 100% : umur ekonomis

= 100% : 5 = 20%

Karena dalam metode menurun berganda besarnya persentase penyusutan 2x dari persentase metode garis lurus maka besarnya persentase penyusutan metode menurun berganda adalah 40%.

Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya penyusutan tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:

Penyusutan = persentase penyusutan x Harga buku aktiva tetap

Penyusutan tahun 1 => 40% x 165.000.000 = Rp 66.000.000

Penyusutan tahun 2 => 40% x 99.000.000 = Rp 39.600.000

Penyusutan tahun 3 => 40% x 59.400.000 = Rp 23.760.000

Penyusutan tahun 4 => 40% x 35.640.000 = Rp 14.256.000

Penyusutan tahun 5 => 40% x 21.384.000 = Rp 8.553.600

Note: Harga buku = Harga perolehan – Akumulasi penyusutan, Pada tahun 1 belum ada akumulasi penyusutan karena mobil masih baru sehingga Harga buku aktiva = Harga perolehan.

Pembahasan soal 4

Dalam soal 4 dapat diketahui Bebeara hal yaitu:

Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000

Nilai Residu Rp 780.000

Umur ekonomis selama 4 tahun

Jumlah total produk yang dapat dihasilkan oleh mesin tersebut selama umur ekonomis sejumlah 40.000 unit, dengan perincian tahun pertama 1500 unit, tahun kedua 10.000 unit, tahun ketiga 8000 unit, dan tahun keempat 7000 unit.

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dari tiap unit produk yang dihasilkan maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

Penyusutan mesin perunit produk = (Harga perolehan-Nilai residu)

                                                                    Total unit produk

                                                                 = (12.500.000-780.000) : 40.000

                                                                 = Rp 293

Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:

Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah produk pertahun

Tahun 1 => 293 x 15.000 = Rp 4.395.000

Tahun 2 => 293 x 10.000 = Rp 2.930.000

Tahun 3 => 293 x 8000 = Rp 2.344.000

Tahun 4 => 293 x 7000 = Rp 2.051.000

Pembahasan soal 5

Dalam soal 5 dapat diketahui Bebeara hal yaitu:

Harga perolehan aktiva tetap dalam hal ini mesin sebesar Rp 12.500.000

Nilai Residu Rp 780.000

Umur ekonomis selama 4 tahun

Jumlah total jam penggunaan mesin dalam operasional perusahaan selama umur ekonomis sejumlah 10.000 jam, dengan perincian tahun pertama 3500 jam, tahun kedua 2800 jam, tahun ketiga 2000 jam, dan tahun keempat 1700 jam.

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat mencari penyusutan mesin dalam tiap jam penggunaan mesin tersebut maupun penyusutan mesin tiap tahun, adapun perhitungan penyusutan mesin dengan metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut:

Penyusutan mesin perjam = (Harga perolehan-Nilai residu)/Total jam kerja

                                               = (12.500.000-780.000) : 10.000

                                               = Rp 1.172

Penyusutan mesin per tahun dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut:

Penyusutan pertahun = penyusutan per unit x jumlah jam kerja pertahun

Tahun 1 => 1.172 x 3500 = Rp 4.102.000

Tahun 2 => 1.172 x 2800 = Rp 3.281.000

Tahun 3 => 1.172 x 2000 = Rp 2.344.000

Tahun 4 => 1.172 x 1700 = Rp 1.992.000

Demikianlah pemaparan contoh soal perhitungan penyusutan aktiva tetap dan Pembahasannya, semoga dapat meningkatkan pemahaman anda dalam konsep perhitungan penyusutan aktiva tetap.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa aktiva tetap akan disusutkan nilainy kecuali aktiva tetap dalam bentuk sebidang tanah.

Sebidang tanah tidak mengalami penyusutan, lalu bagaimanakah perlakuan atas sebidang tanah dalam akuntansi? Untuk mengetahui perlakuan akuntansi tentang aktiva tetap tanah disarankan membaca dan memahami postingan selanjutnya tentang perlakuan aktiva tetap tanah dalam akuntansi.

Gravatar Image
Seorang Pendidik dibidang Ilmu Akuntansi. Lewat website ini saya publikasikan berbagai materi akuntansi untuk anda yang sedang belajar akuntansi. Lihat Profile Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *