Cara Menentukan Kerugian Piutang Dalam Akuntansi

Posted on

Cara Menentukan Kerugian Piutang dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu metode penentuan kerugian piutang berdasarkan Jumlah Penjualan, berdasarkan saldo piutang dan berdasarkan analisis umur piutang.

cara menentukan kerugian piutang

Dalam postingan ini akan dibahas bagaimana caranya menghitung besarnya kerugian piutang tak tertagih atau cara menentukan kerugian piutang.

Sebelum anda membaca artikel ini, sebaaiknya anda baca juga artikel tentang cara pencatatan penghapusan piutang atau cara menjurnal kerugian piutang tak tertagih.

3 Metode atau Cara Menentukan Kerugian Piutang

Ada tiga Metode atau cara menentukan kerugian piutang dalam akuntansi, ketiganya akan dibahas dengan detail dalam postingan ini. Jika anda ingin memahami dengan baik bagaimana cara menentukan kerugian piutang, silahkan baca penjelasannya berikut ini.

Penentuan Taksiran Kerugian Piutang berdasarkan Saldo Penjualan (Pendekatan Laba-rugi)

Kerugian piutng dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan. Mengingat bahwa timbulnya piutang disebabkan oleh penjualan kredit, maka sebaiknya kerugian piutang dihitung berdasarkan penjualan kredit saja.

Tetapi pada praktiknya, dapat pula dihitung dari jumlah penjualan kredit maupun tunai (penjualan bersih).

Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah penjualan dikalikan persentase tertentu.

Besarnya persentase ditetapkan dengan cara membandingkan kerugian piutang yang sebenarnya terjadi dengan total penjualan selama periode yang bersangkutan, kemudian diadakan modifikasi dengan mempertimbangkan kemungkinan dimasa yang akan datang.

Contoh soal:

Pada buku besar PD Ingin jaya tanggal 31 desember 2011 terdapat akun sebagai berikut:

112      Piutang dagang                          saldo            Rp     250.000.000

112.1   Cadangan kerugian piutang,      saldo kredit  Rp      2.000.000

411      Penjualan                                   saldo             Rp 1.500.000.000

Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 0,5% dari total penjualan.

Berapa taksiran kerugian piutang? dan bagaimana jurnal yang dibuat?

Pembahasan:

Berdasarkan data tersebut, besarnya taksiran kerugian piutang yaitu:

0,5% x 1.500.000.000 = 7.500.000

Jurnal yang dibuat tanggal 31 desember 2011 (jurnal penyesuaian) adalah sebagai berikut:

Beban Kerugian Piutang………………..7.500.000

    Cadangan Kerugian Piutang………………………7.500.000

Pada buku besar akun cadangan kerugian piutang, akan tampak seperti dibawah ini:

Buku Besar Cadangan Kerugian Piutang

Penentuan Taksiran Kerugian Piutang Berdasarkan Saldo Piutang (Pendekatan Neraca)

Kerugian piutang dihitung berdasarkan saldo piutang dengan cara menyisihkan piutang tak tertagih/cadangan:

  • Dinaikan sampai persentase tertentu dari saldo piutang
  • Ditambah dengan persentase tertentu dari saldo piutang
  • Dihitung berdasarkan analisis umur piutang

Metode cadangan digunakan apabila kerugian piutang yang biasa terjadi cukup besar jumlahnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan metode ini adalah sebagai berikut:

  • Kerugian piutang tak tertagih ditentukan jumlahnya melalui taksiran dan dibandingkan (matched) dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama dan periode terjadinya penjualan.
  • Jumlah piutang yang ditaksir tidak akan dapat diterima, jika dicatat dengan mendebet rekening kerugian piutang dan mengkredit rekening cadangan kerugian piutang.
  • Kerugian piutang yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan mendebet rekening cadangan kerugian piutang  dan mengkredit rekening piutang dagang  pada saat suatu piutang  dihapus dari pembukuan.
  • Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah saldo piutang dagang ahir periode yang dikalikan dengan persentase tertentu tanpa memperhatikan periode terjadinya piutang.
  • Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah saldo piutang dagang ahir periode yang dikalikan dengan persentase tertentu tanpa memperhatikan periode terjadinya piutang.

Contoh soal:

(Jika cadangan kerugian piutang bersaldo kredit)

Pada buku besar PD Latanza tanggal 31 Desember 2011, terdapat akun sebagai berikut:

112      Piutang dagang         Rp 250.000.000

112.1   Cadangan Kerugian piutang, saldo kredit   Rp 2000.000

Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang 31 desember 2011.

Berdasarkan data tersebut, besarnya cadangan kerugian piutang yaitu:

Taksiran kerugian piutang 2% x 250.000.000          =   5000.000

Saldo kredit akun cadangan kerugian piutang = 2000.000

Jadi Kerugian piutang yang menjadi beban tahun 2011 yaitu Rp 5.000.000- Rp 2.000.000    =   Rp 3.000.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 desember 2011 adalah:

Beban Kerugian Piutang        3000.000

      Cadangan Kerugian Piutang        3000.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutangnya adalah sebagai berikut:

buku besar kerugian piutang

Contoh soal:

Jika cadangan kerugian piutang bersaldo debet)

Pada buku besar PD latanza tanggal 31 desember 2011, terdapat akun sebagai berikut:

112    Piutang dagang                  250.000.000

112.1   Cadangan Kerugian piutang, saldo debet     2000.000

Taksiran kerugian piutang ditetapkan sebesar 2% dari saldo piutang 31 desember 2011.

Berdasarkan data tersebut, besarnya cadangan kerugian piutang yaitu:

Taksiran kerugian piutang 2% x 250.000.000           = 5.000.000

Saldo debet akun cadangan kerugian piutang              = 2.000.000

Jadi Kerugian piutang yang menjadi beban tahun 2011   Rp 5.000.000 + 2.000.000  = Rp 7.000.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 desember 2011 adalah:

Beban Kerugian Piutang………………..7.000.000

      Cadangan Kerugian Piutang……………………7.000.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutangnya adalah sebagai berikut:

buku besar piutang tak tertagih

Penentuan Taksiran Kerugian Piutang Berdasarkan Analisis Umur Piutang

Piutang dagang dikelompokan menjadi piutang yang belum jatuh tempo dan piutang yang telah jatuh  tempo.

Piutang yang telah jatuh tempo dikelompokan lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan lamanya tunggakan.

Berdasarkan persentase taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan usia tiap kelompok.

Contoh:

Pada Buku Besar PD Latanza tanggal 31 desember 2011, terdapat akun sebagai berikut:

112      Piutang dagang                              250.000.000

112.1   Cadangan Kerugian piutang            2000.000

Rincian Nama Debitur adalah sebagai berikut:

Toko mataram   Jumlah 61.000.000        Tanggal jatuh tempo  15 November 2011

Toko Thamrin    Jumlah 64.000.000        Tanggal Jatuh Tempo  10 Oktober 2011

Toko Damai        Jumlah 63.000.000        Tanggal jatuh tempo 25 Desember 2011

Toko Lancar       Jumlah 62.000.000        Tanggal Jatuh Tempo 4 Januari 2011

Persentase kerugian piutang ditetapkan sebagai berikut:

Kelompok Piutang                           Persentase kerugian

Belum Jatuh tempo                                  2%

Lewat Jatuh tempo 1-30 hari                 5%

Lewat Jatuh tempo 31-60 hari              10%

Lewat Jatuh tempo 61-90 hari              15%

Lewat Jatuh tempo > 90 hari                20%

Berdasarkan data tersebut dibuat analisis umur piutang sebagai berikut:

analisis umur piutang

Berdasarkan analisis umur Piutang tersebut, kemudian dihitung beban kerugian piutang tahun 2011 sebagai berikut:

cara menghitung beban kerugian piutang

Berdasarkan data tersebut, besarnya cadangan kerugian piutang yaitu:

Taksiran kerugian piutang              = 29.490.000

Cadangan Kerugian piutang            =  2.000.000

Kerugian piutang yang menjadi beban tahun 2011  yaitu Rp 29.490.000 – 2.000.000 = Rp 27.490.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2011

Beban Kerugian Piutang……………. 27.490.000

      Cadangan Kerugian Piutang………………….27.490.000

Buku besar akun cadangan kerugian piutangnya adalah sebagai berikut:

buku besar untuk cadangan kerugian piutang

Demikianlah pembahasan cara menentuan kerugian piutang dalam akuntansi. Pada postingan berikutnya akan dibahas tentang piutang wesel atau Notes Receivable, disarankan kepada anda untuk membaca postingan tersebut agar lebih memahami lebih banyak tentang piutang. Terimakasih telah membaca postingan ini, wasalamualaikum wr.wb.

Gravatar Image
Seorang Pendidik dibidang Ilmu Akuntansi. Lewat website ini saya publikasikan berbagai materi akuntansi untuk anda yang sedang belajar akuntansi. Lihat Profile Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *