Pencatatan Persediaan Barang Dagang Secara Tepat

Posted on

Pencatatan Persediaan Barang Dagang dalam suatu perusahaan dapat dicatat dengan dua metode yaitu metode fisik dan metode perpetual.

Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Apabila perusahaan menggunakan metode fisik dalam pencatatan persediaan barang dagang, maka perhitungan persediaan barang dagangan akan dilakukan pada ahir periode berjalan.

Simak Juga : Konsep Persediaan Barang dagang dalam Akuntansi

Sedangkan apabila perusahaan menggunakan metode perpetual dalam pencatatan persediaan barang dagangan, maka perhitungan persediaan barang dagangan dilakukan setiap saat terjadi perubahan persediaan barang dagangan.

Dalam postingan ini akan dijelaskan pencatatan yang diperlukan dalam setiap transaksi yang melibatkan persediaan barang dagang dengan metode fisik dan metode perpetual.

Agar lebih efektif, dalam pembahasan ini akan di dahului dengan pengenalan transaksi-transaksi keuangan yang melibatkan persediaan barang dagangan, transaksi-transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Transaksi Pembelian barang dagangan
  2. Transaksi Pembayaran biaya angkut pembelian
  3. Transaksi Rektur pembelian
  4. Transaksi potongan pembelian
  5. Transaksi Penjualan Barang dagangan
  6. Transaksi rektur penjualan
  7. Transaksi Potongan penjualan
  8. Transaksi Pembayaran biaya angkut penjualan

Dari beberapa transaksi yang melibatkan persediaan barang dagangan seperti yang disebutkan diatas, selanjutnya akan dilakukan pencatatan yang harus dilakukan sesuai masing-masing transaksi yang terjadi. Silahkan pahami konsep pencatatan persediaan barang dagang berikut ini:

Pencatatan Persediaan Barang Dagang dengan Metode Fisik

1. Apabila terjadi transaksi pembelian barang dagang maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

a. Pembelian secara tunai

Pembelian……Rp xxx

    Kas………………..Rp xxx

b. Pembelian secara kredit

Pembelian …..Rp xxx

    Utang dagang…..Rp xxx

2. Apabila terjadi transaksi pembayaran biaya angkut pembelian maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

Beban angkut pembelian ……..Rp xxx

         Kas ………………………………………..Rp xxx

3. Apabila terjadi transaksi Rektur Pembelian maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

a. Jika saat pembelian dilakukan secara tunai

Kas …………Rp xxx

     Retur Pembelian ….Rp xxx

b. Jika saat pembelian dilakukan secara kredit

Utang dagang …….Rp xxx

    Retur Pembelian…..Rp xxx

4. Apabila terjadi transaksi Pelunasan utang dagang dengan disertai potongan pembelian maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

Utang dagang …….Rp xxx

    Kas ……………………………Rp xxx

    Potongan Pembelian……..Rp xxx

5. Apabila terjadi transaksi Penjualan barang dagang maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

a. Penjualan secara tunai

Kas ………..Rp xxx

       Penjualan ……..Rp xxx

b. Penjualan secara Kredit

Piutang dagang …….Rp xxx

       Penjualan ………………Rp xxx

6. Apabila terjadi retur penjualan maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

a. Jika saat penjualan dilakukan secara tunai

Retur Penjualan …….Rp xxx

        Kas………………………….Rp xxx

b. Jika saat penjualan dilakukan secara kredit

Retur Penjualan ………Rp xxx

       Piutang Dagang …………Rp xxx

7. Apabila terjadi transaksi Penerimaan pelunasan piutang dagang dengan disertai potongan Penjualan maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

Kas …………………………Rp xxx

Potogan Penjualan……..Rp xxx

          Piutang Dagang ………..Rp xxx

8. Apabila terjadi transaksi pembayaran biaya angkut penjualan maka pencatatan yang dilakukan dengan metode fisik adalah sebagai berikut:

Biaya angkut Penjualan ………..Rp xxx

        Kas ………………………………………Rp xxx

Pencatatan Persediaan Barang Dagang dengan Metode Perpetual

1. Apabila terjadi transaksi pembelian barang dagang maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

a. Pembelian secara tunai

Persediaan barang dagang……Rp xxx

    Kas………………………………………………Rp xxx

b. Pembelian secara kredit

Persediaan barang dagang …..Rp xxx

       Utang dagang…………………………Rp xxx

2. Apabila terjadi transaksi pembayaran biaya angkut pembeian maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

Persediaan barang dagang ……..Rp xxx

    Kas ……………………Rp xxx

3. Apabila terjadi transaksi Rektur Pembelian maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

a. Jika saat pembelian dilakukan secara tunai

Kas …………Rp xxx

     Persediaan barang dagang ….Rp xxx

b. Jika saat pembelian dilakukan secara kredit

Utang dagang …….Rp xxx

    Persediaan barang dagang…..Rp xxx

4. Apabila terjadi transaksi pembayaran utang dagang disertai potongan pembelian maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

Utang dagang …….Rp xxx

    Kas …………………………………….Rp xxx

    Persediaan barang dagang……….Rp xxx

5. Apabila terjadi transaksi Penjualan barang dagang maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

a. Penjualan secara tunai

Kas ………..Rp xxx

    Penjualan ……..Rp xxx

(nilai dalam Penjualan sebesar harga Jual)

HPP ………..Rp xxx

  Persediaan Barang dagangan ….Rp xxx

(nilai dalam Persediaan barang dagang sebesar harga Pokok barang)

b. Penjualan secara Kredit

Piutang dagang …….Rp xxx

    Penjualan ………………..Rp xxx

HPP ………..Rp xxx

  Persediaan Barang dagangan ….Rp xxx

(nilai dalam HPP sebesar harga Pokok barang)

6. Apabila terjadi retur penjualan maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

a. Jika saat penjualan dilakukan secara tunai

Retur Penjualan …….Rp xxx

    Kas…………………………….Rp xxx

Persediaan Barang dagangan ….Rp xxx

     HPP …………………………………………….Rp xxx

(nilai dalam Persediaan barang dagang sebesar harga Pokok barang yang dikembalikan)

b. Jika saat penjualan dilakukan secara kredit

Retur Penjualan ………Rp xxx

        Piutang Dagang …………Rp xxx

Persediaan Barang dagang……Rp xxx

        HPP ……………………………………………..Rp xxx

nilai dalam Persediaan barang dagang sebesar harga Pokok barang yang dikembalikan)

7. Apabila teradi transaksi penerimaan pelunasan piutang dagang disertai dengan potongan Penjualan maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

Kas ………………………..Rp xxx

Potogan Penjualan ……Rp xxx

        Piutang Dagang…………Rp xxx

8. Apabila terjadi transaksi pembayaran biaya angkut penjualan maka pencatatan yang dilakukan dengan metode perpetual adalah sebagai berikut:

Biaya angkut Penjualan ………..Rp xxx

       Kas ………………………………………Rp xxx

Kesimpulan

Metode Pencatatan persediaan barang dagangan ada dua yaitu metode fisik dan metode perpetual.

Kedua Metode tersebut memiliki perbedaan diantaranya dalam hal penentuan perhitungan persediaan barang dagangan, dimana saat menggunakan metode fisik perhitungan persediaan barang dagangan dilakukan setiap ahir periode sedangkan saat menggunakan metode perfektual perhitungan persediaan barang dagang dilakukan saat terjadi perubahan persediaan barang dagangan.

Perubahan persediaan barang dagang tersebut dapat terjadi karena adanya pembelian, penjualan dan sebagainya.

Setelah Memahami Pencatatan Persediaan Barang dagan, Maka disarankan untuk membaca tentang penilaian persediaan barang dagang.

Gravatar Image
Seorang Pendidik dibidang Ilmu Akuntansi. Lewat website ini saya publikasikan berbagai materi akuntansi untuk anda yang sedang belajar akuntansi. Lihat Profile Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *