Materi Terbaru

SM3T : CAHAYA UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menyimpan hal-hal negatif. Sehingga kalau diibaratkan bagaikan mengepel lantai kotor dengan menggunakan lap kotor, menggunakan air yang keruh, dan parahnya lagi dilakukan oleh pengepel yang tidak tahu cara mengepel. Bagaimana mungkin lantai yang kotor dapat bersih? Yang ada hanyalah semakin kotor.


Bertahun-tahun dunia pendidikan tertutupi oleh kotoran-kotoran yang menyebabkan kegelapan dan keterbelakangan. Mungkin sebagian anda akan protes “ tidak!! Anak saya pintar dan cerdas, dia juara 1 olimpiade”.

Disini saya membahas wajah pendidikan di indonesia, dan indonesia itu bukan hanya jakarta ataupun jogyakarta tetapi indonesia itu dari sabang sampai maurauke. Pernahkan anda berfikir kalau diseberang sana terdapat banyak anak-anak bangsa yang sebenarnya memiliki bakat, kompetensi dan memiliki cita-cita yang mulia untuk ibu pertiwi namun terpaksa harus kehilangan semua itu, kehilangan haknya untuk mendapat pendidikan yang layak dan kehilangan haknya untuk mendapatkan bimbingan yang terarah. Mereka harus kehilangan semua itu hanya karena kurangnya atau tidak terpenuhinya jumlah sang guru untuk mendidik mereka.

Dilain pihak, kota dimana anda sekarang hidup mungkin terdapat para sarjana-sarjana pendidikan yang terpaksa menanggalkan cita-citanya menjadi seorang pendidik karena tidak adanya satuan pendidikan yang kekurangan tenaga pendidik, sehingga yang terjadi banyak sarjana pendidikan yang berprofesi sebagai teller bank, customer service, sales atau bahkan masih mencari-cari lowongan kerja. Ini salah siapa? Ini salah siapa?

SM3T Mencerdaskan anak bangsa
sumber gambar: pixabay.com/en/sunlight-trees-reflections-73207.

Ditengah kegelapan dalam dunia pendidikan yang sudah pekat gelapnya, dikti memperkenalkan dan menyelenggarakan sebuah program yang disebut sarjana mendidik di daerah 3 T ( SM3T).

Sebuah program yang khusus diperuntukan untuk sarjana pendidikan yang merupakan bagian dari putra-putri ibu pertiwi untuk mencerdaskan para anak-anak bangsa yang berada di daerah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Nampaknya program SM3T memberi cahaya terhadap dunia pendidikan. Memberi kesempatan para sarjana pendidikan untuk mengabdi kepada negara dengan cara mendidik anak-anak bangsa dan mengabulkan doa para anak-anak bangsa di seberang sana dari sabang sampai maurauke untuk mendapatkan sang guru yang diharapkan dapat membimbingnya dengan baik.

Dalam dunia baru disebuah wilayah indonesia yang mungkin orang-orang enggan untuk menyambanginya apalagi mengabdikan dirinya untuk mengembangkan pendidikan ditempat itu, para sarjana peserta SM3T ikhlas menjalani pengabdiannya dan selalu bersemangat untuk berkontribusi dalam "mencerdaskan anak bangsa".

Semangat saya sebagai salah satu peserta SM3T angkatan pertama, semakin bertambah setelah mengetahui bahwa didunia baru itu terdapat anak-anak bangsa yang merindukan kehadiran saya sebagai pendidik yang sebenarnya telah lama mereka harapkan.

Hari demi hari semakin memantapkan hati saya untuk mengabdi dalam dunia pendidikan ketika itu, mengapa? Karena dapat mendidik dan berbagi ilmu dengan para anak-anak bangsa yang selalu bersemangat dalam belajar membaca, belajar berhitung, mengenal wilayah indonesia, mengenal dan menghayati lagu indonesia raya, merupakan sebuah Kebahagiaan yang sangat bernilai.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih membahagiakan bagi seorang pendidik ketika melihat putra-putri didikannya selalu bersemangat untuk belajar, tekun dan taat.

Akhirnya batasan waktu harus memisahkan saya dengan mereka semua didunia baru itu, dunia dimana saya berbagi ilmu dan belajar bersama dengan para anak-anak yang sampai kini masih saya kenal dan kenang nama dan wajahnya dan para dewan guru yang telah menjadi partner sekaligus saudara.

Satu pesan yang selalu saya sampaikan pada anak-anak bangsa itu adalah “berusahalah untuk selalu berfikir positif dalam memandang dan menyikapi segala hal, dan jangan mudah menyerah”. Inilah sebuah pengalaman tak terlupakan penulis dalam berbagi ilmu melalui program SM3T, semoga dunia pendidikan di indonesia semakin bercahaya.

Bagi Anda para lulusan sarjana pendidikan yang saat ini bimbang untuk mengikuti program SM3T mudah-mudahan cerita singkat saya ini dapat menjadi gambaran untuk anda tentang dunia SM3T di daerah 3T. Salam sukses untuk semuanya.

Advertisement

0 Response to "SM3T : CAHAYA UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA"

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.