Materi Terbaru

KURIKULUM 2013, AKANKAH MASIH DITERAPKAN SETELAH PEMILU

Penerapan kurikulum 2013 - Dalam negara indonesia sering terdengar ganti pimpinan ganti kebijakan, benarkah ungkapan tersebut?

Kita ketahui bersama pemilihan umum sudah di depan mata dengan demikian tidak lama lagi di indonesia akan terjadi pergantian kepemimpinan.

Bagaimanakah keberlanjutan kurikulum 2013 yang hingga tahun 2013 telah berhasil diterapkan pada sekitar  6000 sekolah? Akankah kurikulum baru tersebut masih diterapkan setelah pemilu nanti?


Pertayaan tersebut mungkin menjadi salah satu pertanyaan dalam diri saudara.  Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut maka kita dapat menyimak pernyataan M. Nuh yang memberi jaminan bahwa kurikulum baru yang dijalankan dalam sistem pendidikan indonesia tersebut akan tetap dilaksanakan setelah pemilihan umum 2014.

Peryataan Pak mentri diperkuat dengan tiga hal  yang ditinjau dari sisi intelektual  atau rasionalitas dalam kurikulum baru tersebut, yang kedua dari sisi anggaran dan yang ketiga dari sisi legitimasi kurikulum 2013, selengkapnya tentang tiga hal ini adalah sebagai berikut.

Keberlanjutan penerapan kurikulum 2013 setelah pemilu 2014

3 Poin yang mendukung keberlanjutan penerapan kurikulum 2013

Sudut pandang tingkat intelektual atau rasionalitas kurikulum 2013

M. Nuh yakin bahwa kurikulum 2013 dapat diterima oleh pihak manapun, hal tersebut,  karena di dalam kurikulum baru itu lebih mengedepankan penalaran para peserta didik daripada hafalan. Selain hal tersebut,dalam kurikulum 2013 tersebut juga memiliki nilai kebhinekaan Indonesia yang kuat dengan mementingkan karakter dari suku-suku dan agama dalam buku pelajaran yang digunakan dalam pembelajaran.

Sudut pandang penganggaran

Sesuai penganggaran hingga tahun 2015, M. Nuh dapat memastikan bahwa kurikulum 2013 tetap diterapkan hingga tahun 2015. Hal ini karena penganggaran hingga 2015 dibuat oleh pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.  Dengan demikian dapat dipastikan kurikulum 2013 tetap diterapkan sejumlah sekolah di indonesia setelah pemilu 2014 paling tidak penerapan kurikulum tersebut hingga tahun 2015.

Sudut Pandang konstitusi

M. Nuh mengungkapkan bahwa dirinya sedang berusaha mempersiapkan peraturan pemerintah untuk kurikulum 2013. Tujuan M. Nuh tidak lain adalah untuk memperkuat  legitimasi konstitusi kurikulum 2013. Sehingga dengan tindakantersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kurikulum baru tersebut.

Advertisement

0 Response to "KURIKULUM 2013, AKANKAH MASIH DITERAPKAN SETELAH PEMILU"

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.