MATERI TERBARU

Mengenal bentuk-bentuk laporan keuangan

Sahabat sekarang blog akuntansi pendidik akan membahas bentuk-bentuk laporan keuangan. Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya tentang laporan keuangan yang membahas tentang deskripsi laporan keuangan yang meliputi sifat-sifat laporan keuangan, keterbatasan laporan keuangan, tujuan laporan keuangan maupun fungsi laporan keuangan dalam dunia usaha.
Pada umumnya laporan keuangan yang  disusun oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis yang utama antara lain :
1. Laporan laba rugi
Laporan Laba-rugi merupakan jenis laporan keuangan yang menyajikan penghasilan yang diperoleh perusahaan, biaya-biaya maupun beban yang ditanggung perusahaan, rugi  yang diderita atau  laba yang diraih perusahaan dalam  periode tertentu (umumnya satu tahun).
2. Laporan perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan jenis laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal suatu perusahaan dalam periode tertentu.
3. Neraca
Neraca merupakan jenis laporan keuangan  yang  secara sistematis  menyajikan tentang  aktiva  (assets),  hutang (liabilities) dan modal sendiri (owners equity) dari suatu perusahaan pada periode tertentu.
4. Laporan   arus   kas
Laporan arus kas merupakan  jenis laporan keuangan perusahaan yang   berhubungan   dengan   penerimaan dan pengeluaran kas dari sebuah perusahaan atau organisasi ekonomi  untuk periode akuntansi tertentu.


Setelah kita mengenal jenis-jenis atau macam-macam laporan keuangan dalam perusahaan atau organisasi, agar lebih familiar dengan laporan keuangan maka selanjutnya akan dipaparkan tentang bentuk laporan keuangan, atau dengan ilustrasi lain dapat diilustrasikan sebagai berikut: Terdapat seorang anak yang bertanya kepada ibunya tentang kondisi ruang kelas yang baru kepada ibunya, anak itu bertanya benda-benda apa saja yang ada dalam ruang kela? lalu sang ibu menjawab pertanyaan anaknya bahwa dalam suatu ruangan kelas terdapat macam-macam benda antara lain meja, kursi, papan tulis dan sebagainya, namun sang anak belum mengetahui bentuk dari meja, kursi dan papan tulis yang bicarakan ibunya, tetapi anak tersebut hanya mengetahui bahwa diruangan tersebut ada benda-benda seperti yang disebutkan ibunya, maka tak lengkap rasanya bagi anak tersebut apabila hanya sekedar mengetahui macam-macam benda yang dikasih tahu ibunya tanpa mengetahui bentuk-bentuk dari benda yang dibicarakan ibunya. Nah seperti halnya laporan keuangan apabila dalam artikel ini hanya membahas macam-macam atau jenis laporan keuangan saja maka dapat dibilang pembahasanya tidak lengkap, sehingga untuk melengkapi pembahasan artikel ini, dibahas juga tentang bentuk-bentuk laporan keuangan.

Dalam awal pembahasan telah disebutkan bahwa laporan keuangan mempunyai beberapa jenis antara lain laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, Neraca atau balance sheet dan laporan arus kas. Agar sahabat dapat memahami dengan baik tentang jenis laporan keuangan tersebut, maka dibawah ini akan dipaparkan bentuk dari jenis laporan keuangan secara urut. silahkan dipahami dengan baik.

BENTUK LAPORAN LABA RUGI

Laporan laba-rugi merupakan suatu laporan yang menggambarkan secara sistematis tentang penghasilan perusahaan dalam periode tertentu, biaya-biaya dan beban-beban yang ditanggung perusahaan, laba usaha yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu atau rugi yang diderita perusahaan dalam periode tertentu.
Laporan laba-rugi terdiri dari beberapa unsur-unsur penting antara lain:
Dalam perusahaan Jasa:
1. Pendapatan usaha
2. Biaya dan beban operasi usaha
3. Penghasilan dan biaya diluar usaha
4.Pos-pos insidentil atau pos-pos luar biasa (extra ordinary items)

Dalam perusahaan dagang dan manufaktur:
1.Penghasilan utama (operating revenue atau sales)
2.Harga pokok penjualan (cost of goods sold)
3.Biaya usaha (operating expense)
4.Penghasilan dan biaya diluar usaha pokok (other incame and expense)
5.Pos-pos insidentil atau pos-pos luar biasa (extra ordinary items)

Perbedaan laporan laba rugi antara perusahaan dagang dan perusahaan jasa adalah pada unsur harga pokok penjualan. Dalam perusahaan dagang dalam perhitungan harga pokok penjualan terdapat perhitungan pembelian bersih sedangkan dalam perusahaan manufaktur tidak terdapat pembelian bersih tetapi terdapat perhitungan harga pokok produk.

Penghasilan Utama
Penghasilan   utama   dari   perusahaan   dagang,   perusahaan   jasa   atau perusahaan  manufaktur  adalah  berupa  hasil  penjualan  barang  dan  jasa  kepada pembeli, langganan, penyewa, dan pemakai jasa lainnya.
Harga Pokok Penjualan
Bagi  perusahaan  dagang,  harga  pokok  penjualan  adalah  harga  pokok barang dagangan yang dibeli yang kemudian berhasil dijual selama suatu periode akuntansi.
Bagi para perusahaan manufaktur harga pokok penjualan meliputi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan  biaya overhead pabrik yang telah dikeluarkan  dalam  proses  pembuatan  barang  atau produk yang  kemudian  berhasil  di  jual selama suatu periode akuntansi.
Biaya Usaha
Biaya usaha timbul sehubungan dengan penjualan atau pemasaran barang atau jasa dan penyelenggaraan fungsi administrasi dan umum dari perusahaan yang bersangkutan. Biaya usaha ini umumnya dipisahkan menjadi dua bagian yakni biaya penjualan dan biaya umum dan administrasi.
Penghasilan dan Biaya diluar Usaha Pokok
Penghasilan-penghasilan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan yang tidak ada hubungannya dengan usaha pokok perusahaan. Contoh penghasilan diluar usaha pokok antara lain pendapatan bunga sedangkan biaya diluar usaha pokok misalnya biaya bunga.
Pos-pos Luar Biasa
Pos-pos  luar  biasa  adalah  laba  atau  rugi  dari  transaksi-transaksi  yang jarang dilakukan atau transaksi yang bersifat insidentil.
Misalnya : laba atau rugi dari penjualan aktiva tetap.

Laporan laba-rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu bentuk single step dan bentuk multiple step. Pada bentuk single step, semua penghasilan darimanapun sumbernya dijumlahkan menjadi satu. Jumlah ini kemudian dikurangi dengan harga pokok penjualan dan semua biaya yang terjadi selama periode akuntansi. Sedangkan pada bentuk multiple step,terdapat beberapa tahap yang perlu diikuti sebelum diperoleh angka atau saldo  pendapatan bersih, jadi dalam bentuk multiple step terdapat pemisahan antara penghasilan yang bersumber dari penghasilan usaha dengan penghasilan diluar usaha. Struktur bentuk laporan laba rugi yang disajika dalam bentuk multiple step adalah sebagai berikut:
Bentuk laporan laba-rugi multiple step

Bentuk Laporan perubahan Modal

Laporan Perubahan modal merupakan jenis laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal suatu perusahaan dalam periode tertentu. Bentuk laporan perubahan modal antara perusahaan perseroan (PT) berbeda dengan bentuk laporan perubahan modal untuk Firma, perseorangan dan CV, berikut ini adalah format untuk laporan perubahan modal untuk perusahaan perseorangan, CV dan firma, sedangkan untuk melihat bentuk laporan perubahan modal perusahaan perseroan terbatas, dapat diliaha dalam artikel bentuk laporan keuangan perusahaan manufaktur
Bentuk laporan perubahan modal perusahaan perseorangan, cv dan firma

BENTUK NERACA

Neraca merupakan jenis laporan keuangan  yang  secara sistematis  menyajikan tentang  aktiva  (assets),  hutang (liabilities) dan modal sendiri (owners equity) dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Neraca disusun pada ahir periode, dalam satu periode akuntansi dapat berahir dalam satu bulan, satu triwulan, atau satu tahun.
Neraca terdiri dari tiga unsur penting atau utama, yaitu :
a. Aktiva (assets)
b. Kewajiban (liabilities)
c. Modal (owner’s equity)
Dari ke tiga bagian utama neraca tersebut, dapat dijabarkan lagi bagian- bagian atau komponen-komponen dari neraca yaitu :
Aktiva (Assets)
Aktiva merupakan sumber-sumber ekonomi perusahaan, baik berupa uang, barang dan hak-hak yang dijamin oleh  udang-undang atau pihak-pihak tertentu yang timbul dari transaksi dan peristiwa  masa lalu. Termasuk juga biaya-biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan, tetapi akan dibebankan pada periode-periode yang akan datang. Aktiva terdiri dari :
1.Aktiva lancar
Yaitu   uang   kas   dan   aktiva-aktiva   lain   atau   sumber-sumber   yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas.
2.Investasi Jangka Panjang
Beberapa macam investasi yang bisa berbentuk surat berharga, penyisihan dana, dan investasi jangka panjang yang lain.
3.Aktiva tetap berwujud
Aktiva  ini  tergantung  pada  jenis  perusahaannya.  Yang  sering  dipakai adalah aktiva tetap. Yaitu aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode seperti tanah, gedung, mesin dan alat-alat, kendaraan dan lain-lain.
4.Aktiva tetap tak berwujud
Hak-hak jangka panjang yang sifatnya tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan seperti goodwill, hak paten, merk dagang, hak cipta dan lain- lain.
5.Aktiva lain-lain
Aktiva yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok lain misalnya titipan kepada  penjual  untuk  menjamin  kontrak,  bangunan  dalam  pengerjaan, piutang jangka panjang, uang muka kepada pejabat perusahaan dan lain- lain.
Kewajiban (liabilities)
Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomis yang akan timbul di masa  yang  akan  datang  yang  disebabkan  oleh  kewajiban-kewajiban  disaat sekarang dari suatu badan usaha yang akan dipenuhi dengan mentransfer aktiva atau memberikan jasa kepada badan usaha lain dimasa datang sebagai akibat dari transaksi-transaksi yang sudah lalu.
Kewajiban dapat dikelompokkan dalam 2 bagian yaitu :
1.Kewajiban lancar (current liabilities)
2.Kewajiban jangka panjang ( long term liabilities)
Modal / Ekuitas (owner’s equity)
Dalam   standar   akuntansi   keuangan   ekuitas   didefinisikan   “Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut”.
Neraca dapat disajikan dalam skontro (account from) atau dapat juga disebut bentuk T. Bentuk Vertikal (Report form) atau disebut juga bentuk laporan. Bentuk skontro merupakan bentuk neraca dimana aktiva  disusun dibagian kiri dan  passiva  disusun  dibagian  kanan, pasiva terdiri dari kewajiban (hutang) dan modal. Sedangkan bentuk Vertikal (Report form)
merupakan bentuk penyajian neraca dimana aktiva, hutang dan modal disusun dengan urutan ke bawah (vertikal). Perincian terhadap masing-masing kelompok baik aktiva, passiva maupun hutang dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam neraca bentuk rekening T. Bentuk neraca dalam bentuk skontro adalah sebagai berikut:
Bentuk neraca dalam bentuk skontro

BENTUK LAPORAN ARUS KAS

Laporan   arus   kas   merupakan   laporan   yang   memberikan   informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu atau laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar kas atau setara dengan kas pada suatu periode tertentu. Yang dimaksud dengan setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid,  berjangka  pendek  dan  dengan  cepat  dapat  dijadikan  kas  dalam  jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Tujuan menyajikan laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pengeluaran kas dikelompokkan dalam 3 (tiga) kegiatan sebagai berikut :
1.Kegiatan operasi perusahaan (operating activity)
2.Kegiatan investasi (investing activity)
3.Kegiatan pembiayaan ( financing activity)

Arus kas dari aktivitas investasi
Yang termasuk dalam arus kas kegiatan investasi adalah menerima dan menagih pinjaman, utang, surat-surat berharga atau modal, aktiva tetap dan aktiva produktif lainnya yang digunakan dalam proses produksi
Contoh arus kas masuk dari kegiatan investasi :
a.  Penerimaan pinjaman luar baik yang baru maupun yang sudah lama.
b. Penjualan  saham  baik  saham  sendiri  maupun  saham  dalam  bentuk   investasi.
c.  Penerimaan dari penjualan aktiva tetap dan aktiva produktif lainnya.
Contoh arus kas keluar dari kegiatan investasi
a. Pembayaran   utang   perusahaan   dan   pembelian   kembali   surat   utang perusahaan.
b. Pembelian saham perusahaan lain atau perusahaan sendiri.
c. Perolehan aktiva tetap dan aktiva produktif lainnya.

Arus kas dari kegiatan pembiayaan ( cash flow from financing activity )
Yang   termasuk   kegiatan   pembiayaan   adalah   kegiatan   mendapatkan sumber-sumber dari pemilik dengan memberikan prosfek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan membayar utang kembali atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar utang tertentu.
Contoh arus kas masuk dari kegiatan finansial.
a.  Penerimaan dan pengeluaran surat berharga dalam bentuk equity.
b. Penerimaan dan pengeluaran obligasi, hipotek, wesel dan pinjaman jangka  pendek lainnya.
Contoh arus kas keluar dari kegiatan financing
a. Pembayaran deviden dan pembayaran bunga kepada pemilik akibat adanya surat berharga.
b. Pembayaran kembali hutang yang dipinjam.
c. Pembayaran   utang   kepada   kreditur   termasuk   utang   yang   sudah     diperpanjang.

Arus kas dari kegiatan operasi perusahaan (cash flow from operating activity )
Yang  termasuk  dalam  kelompok  kegiatan  operasi  perusahaan  adalah seluruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang tidak dapat dianggap sebagai kegiatan investasi atau pembiayaan. Kegiatan ini biasanya mencakup : kegiatan produksi, pengiriman barang, pemberian service.
Contoh arus kas masuk dari kegiatan operasi :
a.Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa termasuk penerimaan dari piutang akibat penjualan baik jangka panjang maupun jangka pendek.
b.Penerimaan  dari  bunga  pinjaman  atas  penerimaan  dari  surat  berharga  lainnya seperti bunga atau deviden.
c.Pembayaran  kas  untuk  membeli  bahan  yang  akan  digunakan  untuk produksi atau untuk dijual, termasuk pembayaran utang jangka pendek atau jangka panjang kepada supplier.
d.Pembayaran kas kepada supplier lain dan pegawai untuk kegiatan selain produksi barang dan jasa.
e.Pembayaran kas kepada pemerintah untuk pajak.
f.Pembayaran kepada pembeli pinjaman dan kreditur lainnya berupa bunga.

Bentuk-bentuk laporan arus kas
Ada dua bentuk dalam penyajian laporan arus kas yaitu :
1. Direct methode
2. Indirect methode

Direct method
Dalam methode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap, dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan.
Indirect method
Dalam metode ini net income disesuaikan dengan menghilangkan :
a. Pengaruh transaksi yang masih belum direalisasi (defferal) dari arus kas masuk  dan  keluar  dari  transaksi  yang  lalu  seperti  perubahan  jumlah persediaan  defferal  income,  arus  kas  masuk  dan  keluar  yang  accrued seperti piutang dan utang.
b. Pengaruh   perkiraan   yang   terdapat   dalam   kelompok   investasi   dan pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas seperti penyusutan, amortisasi, laba rugi dan penjualan aktiva tetap dan dari operasi yang dihentikan, laba rugi pembatalan utang.

Contoh betuk arus kas yang disajikan dalam metode indirect method adalah sebagai berikut:
Bentuk arus kas metode tidak langsung

Demikian pembahasan postingan  Mengenal bentuk-bentuk Laporan Keuangan dalam blog akuntansi pendidik, semoga bermanfaat bagi anda, salam sukses.

Advertisement

0 Response to "Mengenal bentuk-bentuk laporan keuangan"

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.