MATERI TERBARU

Cara Menyusun Kartu Piutang sesuai Prosedur

Dalam postingan sebelumnya telah dibahas Pengelolaan Kartu Piutang dalam bisnis yang menerangkan persiapan yang dilakukan dalam pencatatan piutang.
Saya beranggapan anda sudah membacanya, kalau anda lupa sekarang saya sarankan membacanya terlebih dahulu postingan tersebut dengan klik link diatas. Pada postingan ini akan dibahas cara menyusun kartu piutang sesuai dengan prosedur akuntansi, diharapkan dengan pembahasan ini anda dapat memahami konsep kartu piutang dan proses penyusunan kartu piutang dengan baik. Untuk dapat mencapai harapan tersebut silahkan anda baca dan pahami pembahasan berikut ini dengan baik.

Menghitung data mutasi Piutang

Transaksi Penjualan Kredit akan berpengaruh positif terhadap saldo piutang, sedangkan retur penjualan, pelunasan piutang, dan penghapusan piutang berpengaruh negatif terhadap saldo piutang. Piutang pelanggan akan di debet dikolom mutasi pada kartu piutang  apabila terjadi transaksi yang menyebabkan timbulnya atau bertambahnya piutang. Sebaliknya, piutang pelanggan akan dikredit di kolom mutasi pada kartu piutang apabila terjadi transaksi-transaksi yang menyebabkan berkurangnya piutang. Saldo awal atau saldo ahir piutang Normal adalah saldo debet. untuk memahami transaksi-transaksi yang berkaitan dengan perubahan piutang baik penambahan maupun pengurangan perhatikan Analisis berikut ini:

Transaksi yang terjadi        Dokumen          Mutasi Piutang
============================================
Penjualan Kredit            Faktur Penjualan                 (+)
Retur Penjualan             Memo Kredit                       (-)
Penghapusan Piutang     Bukti Memorial                    (-)
Pelunasan Piutang          Bukti Kas Masuk                (-)
_________________________________________________
Berdasarkan Analisis tersebut maka dapat diketahui besarnya saldo piutang baik untuk masing-masing debitur maupun saldo total piutang yang dimiliki perusahaan Setelah dilakukan analisis ini maka perusahaan dapat membukukan data piutang ke masing-masing kartu piutang.

Membukukan Data Piutang ke Masing-masing kartu Piutang

Piutang dalam akuntansi diartikan secara sempit sebagai klaim yang diharapkan akan diselesaikan melalui penerimaan uang, jadi piutang akan dianggap selesai jika piutang tersebut telah dilunasi. Piutang harus disajikan sebesar jumlah yang benar-benar akan diterima pelunasannya. Penetapan saldo piutang didasarkan pada catatan-catatan yang telah dibuat untuk masing-masing debitur setelah diverifikasi kebenarannya. Pengelolaan kartu piutang dilakukan oleh bagian kartu piutang yang berada dibagian akunting. Tugas harian bagianini adalah mencatat mutasi piutang untuk setiap debitur. Dari kegiatan tersebut, secara periodik harus dapat menghasilkan hal-hal berikut ini.

a. Daftar Saldo Piutang (Kartu Piutang) 
Daftar Saldo piutang yang memuat informasi mengenai saldo piutang tiap debitur pada tanggal tertentu. Penyusunan daftar saldo piutang bertujuan untuk mengetahui saldo piutang tiap debitur selain itu penyusunan daftar saldo piutang juga bertujuan untuk menguji ketelitian pencatatan piutang, yaitu dengan pengecekan atas kesamaan total saldo piutang menurut kartu piutang dengan saldo akun piutang pada tanggal yang sama.
Agar lebih mudah memahami Daftar saldo piutang atau kartu piutang lihatlah contoh kartu piutang berikut ini:
Contoh Kartu Piutang

b. Surat pernyataan piutang (konfirmasi piutang) 
Surat pernyataan piutang (konfirmasi piutang) untuk dikirim kepada debitur. Pengiriman surat ini bertujuan untuk konfirmasi piutang kepada debitur, dalam arti untuk penegasan apakah besarnya piutang menurut catatan debitur sehingga berfungsi juga sebagai alat pengawasan. Agar lebih mudah memahami jenis surat konfirmasi piutang tersebut, perhatikan contoh surat konfirmasi piutang berikut ini:
Contoh Surat Konfirmasi Piutang

c. Daftar umur piutang
Daftar umur piutang yang memuat informasi mengenai piutang tiap debitur yang berdasarkan usia piutang. Daftar umur piutang sangat diperlukan menganalisis bonafiditas tiap debitur sehingga status kredit masing-masing dapat diketahui.

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kartu piutang dikelola atau disusun oleh bagian kartu piutang yang berada dibawah bagian akunting. Untuk menyusun kartu piutang yang pertama dilakukan adalah menganalisis transaksi-transaksi yang berkaitang dengan perubahan piutang baik penambahan maupun pengurangan. Dengan analisis ini maka akan diketahui saldo pitang tiap debitur selanjutnya dapat disusun daftar saldo piutang (kartu piutang) untuk setiap debitur.
Selain bertugas menyusun kartu piutang bagian kartu piutang juga bertugas untuk membuat surat pernyataan piutang atau surat konfirmasi piutang dan daftar umur piutang.

Demikianlah pembahasan tentang cara menyusun kartu piutang sesuai prosedur, dalam blog akuntansi pendidik, semoga bermanfaat. Dalam postingan selanjutnya akan dibahas tentang cara menentukan kerugian piutang, disarankan kepada anda untuk memahaminya agar anda memahami konsep piutang secara komprehensif.
Terimakasih telah membaca postingan ini. Wassalamualaikum. wr.wb.

Advertisement

2 Responses to "Cara Menyusun Kartu Piutang sesuai Prosedur"

  1. Ada kesalahan ketik pada contoh surat konfirmasi piutang di atas.
    Pada gambar tertulis "surat...oiutang"... harusnya "..piutang".
    trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya uswa anda benar, maksud penulis akan menuliskan surat konfirmasi piutang, terima kasih telah memberi saran dan kritik dalam post cara menyusun kartu piutang sesuai prosedur

      Delete

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.