MATERI TERBARU

Cara cepat menyusun Jurnal Penutup bagian 02

Dalam postingan Cara cepat menyusun Jurnal Penutup bagian 02 ini merupakan kelanjutan postingan Cara cepat menyusun jurnal penutup bagian 1. Pembahasan jurnal penutup dalam postingan ini membahas cara menyusun jurnal penutup yang dipraktikan dalam perusahaan persekutuan (baik firma maupun Cv) dan penyusunan jurnal penutup perusahaan perseroan atau PT. untuk memahami arti dari perusahaan persekutuan maupun perseroan silahkan baca postingan tentang penggolongan perusahaan dalam dunia usaha. Baik langsung saja silahkan pahami pembahasan berikut ini tentang penyusunan jurnal penutup perusahaan persekutuan dan perseroan.

Jurnal Penutup untuk Perusahaan Persekutuan

Jurnal  penutup  untuk  perusahaan  persekutuan  hampir  sama dengan jurnal penutup pada perusahaan perseorangan, Namun terdapat beberapa perbedaan diantaranya dalam hal berikut:
a. Pemindahan saldo akun laba rugi ke akun modal.
Karena pemilik perusahaan  perusahaan  persekutuan  lebih  dari  satu  orang,  maka terdapat  lebih  dari  satu  akun  modal  pemilik  perusahaan, yakni sejumlah pemilik perusahan persekutuan tersebut. Oleh karena itu, pembagian laba atau rugi perusahaan harus dibagikan kepada para sekutu dengan cara pembagian yang diatur dalam anggaran dasar persahan.

b. Hasil pembagian laba atau rugi dipindahkan dari akun laba rugi ke akun modal melalui akun prive masing-masing.

c. Perusahaan persekutuan memiliki lebih dari satu akun modal.

d. Para sekutu diperbolehkan melakukan penarikan (prive) dalam batas tertentu, sehingga akun prive juga lebih dari satu.

Dengan kondisi diatas maka dalam perusahaan persekutuan akan memiliki perbedaan dalam penyusunan jurnal penutup khususnya dalam "penutupan struktur modal", sedangkan penutupan pendapatan dan beban penyusunan jurnal penutupnya sama dengan perusahaan perorangan.
Jurnal Penutup perusahaan CV, PT
Agar lebih memahami tentang jurnal penutup pada perusahan persekutuan berikut ini diberi contoh proses penutupan yang terjadi di CV Tiga putri kembar. CV  Tiga Putri kembar  dengan  anggota  sekutu  Efi,  Mayla  dan  Shofa, selama periode 2012 memperoleh laba bersih Rp. 600.000.000,-. Dalam perjanjian, laba bersih  akan dibagi sama rata untuk setiap sekutu sekutu. Saldo akun prive  dalam  buku  besar  sebelum  penutupan,  terlihat  sebagai  berikut: Prive, Efi senilai Rp. 5.000.000,-, Prive Mayla senilai Rp. 40.000.000,- dan Prive Shofa senilai Rp. 25.000.000.
Setelah dipindahkan ke akun ikhtisar laba rugi maka saldo ikhtisar laba rugi sebesar Rp. 600.000.000,- dan saldo ini akan dibagi ke para sekutu. Laba/rugi sebesar Rp. 600.000.000,- dipindahkan ke akun prive masing- masing sekutu dengan jurnal penutup sebagai berikut:

TANGGAL    KETERANGAN            DEBET         KREDIT
================================================        
 31/12              Ikhtisar laba-rugi               Rp 600.000.000   
 2012                      Prive Efi                                         Rp 200.000.0000
                                Prive Mayla                                   Rp 200.000.0000
                                Prive Shofa                                    RP200.000.0000

(jurnal penutup untuk  pembagian laba kepada masing-masing Sekutu)   ______________________________________________
         
Berdasarkan jurnal penutup ini terlihat bahwa Hasil pembagian laba  atau rugi dipindahkan  dari akun  laba rugi ke akun modal melalui akun prive masing-masing.

Setelah jurnal penutup di atas diposting maka saldo akun prive masing- masing sekutu sebagai berikut:
Prive, Efi           : Rp. 200.000.000 - Rp. 55.000.000    = Rp. 145.000.000
Prive, Mayla     : Rp. 200.000.000 - Rp. 40.000.000    = Rp. 160.000.000
Prive, Shofa      : Rp. 200.000.000 - Rp. 25.000.000    = Rp. 175.000.000

Jurnal Penutup untuk perusahaan Perseroan

Pada  perusahaan  perseroan  penutupan  akun  pendapatan  dan akun beban akan   sama seperti perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan.
Perbedaannya terletak pada:
a.Penutupan akun laba rugi karena struktur modal pada perusahaan perseroan berupa saham.
b.Para pemegang saham tidak diperkenankan mengambil prive. Bagian laba yang diambil oleh pemegang saham disebut dividen.
c.Sedangkan   laba   yang   tidak   dibagikan   ke   pemegang   saham ditampung dalam akun yang disebut akun saldo laba/ laba ditahan.

Berikut   ini   gambaran   cara  membuat   jurnal   penutup   pada perusahaan perseroan:
Selama tahun 2012 PT Bima sakti telah  memperoleh laba sebesar Rp. 5.000.000.000,-. Dari laba yang diperoleh tersebut, jumlah yang dibagikan kepada pemegang saham adalah Rp. 2.000.000.000,-. Jurnal yang dibuat sebagai berikut:


TANGGAL    KETERANGAN           DEBET              KREDIT
==============================================            
 31/12     Ikhtisar laba-rugi          Rp 5000.000.000   
 2012          Saldo Laba/laba ditahan                      Rp 5000.000.000
                    (Mencatat pemindahan laba ke saldo laba ditahan)
  _____________________________________________         
                 Saldo Laba/laba ditahan     Rp 2000.000.000   
                       Dividen                                                Rp 2000.000.000
                  (Mencatat penutupan deviden ke saldo laba)           
 ______________________________________________

Demikianlah pembahasan Cara cepat menyusun jurnal penutup bagian 02 dalam blog akuntansi pendidik, semoga bermanfaat bagi anda.
Wassalamualaikum. wr.wb

Advertisement

0 Response to "Cara cepat menyusun Jurnal Penutup bagian 02"

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.