MATERI TERBARU

Fungsi Jurnal Pembalik

Bagaimana pengaruh tidak menyusun jurnal pembalik???

Makna Jurnal Pembalik
Setelah memposting tentang hakikat jurnal pembalik dan cara menyusun jurnal pembalik, sekarang blog akuntansi pendidik akan membahas mengenai pengaruh tidak menyusun jurnal pembalik terhadap ketepatan informasi keuangan yang dihasilkan. Sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa penyusunan jurnal pembalik dalam proses atau siklus akuntansi adalah opsional, artinya kita boleh membuat jurnal pembalik namun kita juga boleh tidak membuat jurnal pembalik. Agar pembahasan tentang pengaruh atau dampak ketika kita tidak menyusun jurnal pembalik pada awal periode akuntansi terhadap ketepatan informasi keuangan yang dihasilkan khusunya laporan keuangan, maka dalam pembahasan ini akan diberikan contoh antara dua kondisi yang berbeda, kondisi yang pertama akan diberikan proses akuntansi dengan menerapkan atau dilakukan penyusunan jurnal pembalik sedangkan kondisi yang kedua akan diberikan proses akuntansi tanpa adanya penyusunan jurnal pembalik, untuk memulai pembahasan silahkan perhatikan ilustrasi berikut ini:

1. Beban-beban yang masih harus dibayar
Pada tanggal 31 Agustus "Perusahaan Saya" mempunyai utang gaji sebesar Rp. 240.000,  utang  ini  oleh  perusahaan  sampai  dengan tanggal 31 Agustus 2006 belum dicatat. Oleh karena itu "perusahaan saya" telah membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut
     Beban Gaji.............Rp 240.000   
           Hutang Gaji.............Rp 240.000

Misalkan  "perusahaan saya" membayar  gaji  pegawai  tanggal  10 September 2006 Rp. 350.000,- dengan rincian Rp. 240.000,- untuk bulan Agustus  2006 dan Rp. 110.000 untuk  sepuluh  hari  pada  bulan September 2006.

a) Apabila Jurnal Penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Agustus disesuaikan kembali/dibalik ( ada proses penyusunan jurnal pembalik)
saat perusahaan memmutuskan untuk menyusun jurnal pembalik dalam proses akuntansinya maka pada awal periode akan dibuatkan jurnal pembalik, untuk ilustrasi ini maka pada tanggal 1 september 2006 "perusahaan saya" membuat jurnal pembalik sebagai berikut:
     Hutang Gaji............Rp 240.000   
           Beban Gaji..............Rp 240.000

Dengan  adanya  jurnal  pembalik,  maka  akun  utang  gaji  akan memiliki saldo nol, dan sebaliknya akun beban gaji akan bersaldo kredit sebesar Rp. 240.000,-. Pembayaran gaji pada tanggal 10 September 2006  dapat  dicatat  tanpa  memperhatikan  ada  tidaknya  utang  gaji.
maka jurnal yang umum yang dibuat pada tanggal 10 september 2006 (saat pembayaran gaji) dicatat sebagai berikut:   
      Beban Gaji............Rp 350.000   
                  Kas......................Rp 350.000

b.Apabila jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Agustus tidak disesuaikan kembali/ dibalik (tidak ada proses penyusunan jurnal pembalik)
Maka jurnal umum yang dibuat tanggal 10 September 2006 (saat pembayaran gaji) dicatat sebagai berikut:
     Beban Gaji.............Rp 110.000   
     Hutang Gaji............Rp 240.000   
                     Kas......................Rp 350.000

Jurnal tanggal 10 September 2006 di atas memerlukan dua akun yang di debit yaitu akun beban gaji dan akun utang gaji. Hal ini bertujuan yang pertama  menghilangkan akun utang gaji pada periode sebelumnya dan mencatat beban gaji untuk periode September 2006. Meskipun jurnal yang dibuat tidak rumit namun  masih  bisa  disederhanakan. Untuk mencapai hal tersebut di atas maka pada hari pertama yaitu tanggal 1 September 2006 dibuatlah jurnal pembalik. Tujuannya adalah menghilangkan jurnal penyesuaian untuk akun yang bersangkutan, sehingga pembayaran  gaji  dapat dicatat  (dalam jurnal umum) dengan  cara  yang  sama (Normal)  yaitu mendebit beban gaji dan mengkredit kas. Dengan demikian akan memperkecil resiko kesalahan dan dapat  menyederhanakan pencatatan.
2. Pendapatan yang masih harus diterima
Pada  kasus  ini  akan  diilustrasikan  kondisi  perusahaan  yang menginvestasikan  uangnya  ke  obligasi. 
Sebagai  contoh    perusahaan Purnama  berinvestasi   dalam  bentuk  obligasi.  Bunga  obligasi  yang diterima  sebesar  Rp.  3.000.000,-  setiap  6  bulan  sekali. Perusahaan Purnama   berinvestari   mulai   1   Oktober   2006.   Laporan   keuangan perusahaan  dibuat  31  Desember.  Mulai  tanggal  1  Oktober  sampai dengan 31 Desember  2006 (selama 3 bulan) ada bunga yang menjadi hak perusahaan yaitu sebesar Rp. 1.500.000,-. Karena bunga sebesar Rp. 1.500.000,- pada tanggal 31  Desember  2006 belum diterima tunai, maka  akan  menjadi  piutang  bunga.  Jurnal  penyesuaian  yang  harus dibuat untuk peristiwa ini adalah:

        Piutang bunga...............Rp 1.500.000   
              Pendapatan bunga............Rp 1.500.000

a. Apabila  jurnal  penyesuaian  di  atas  tidak  disesuaikan  kembali atau dibuat jurnal pembalik,  
Maka jurnal yang dibuat untuk penerimaan bunga 1 April 2007 (penerimaan bunga obligasi yang disebut kupon) adalah sebagai berikut:
       Kas........Rp 3.000.000   
            Pendapatan bunga...........Rp 1.500.000
            Piutang bunga..............Rp 1.500.000

Dalam jurnal di atas terdapat dua pengkreditan, yaitu menghapus piutang bunga dan mencatat pendapatan bunga tiga bulan di tahun 2007. Walaupun  tidak  rumit  tetapi pencatatan ini akan lebih baik jika  disederhanakan. Caranya yaitu membuat jurnal pembalik (membalik jurnal penyesuaian) di awal periode.

b. Apabila  jurnal  penyesuaian  di  atas  disesuaikan  kembali/ dibuat jurnal pembalik,
Maka pada tanggal 1 Januari 2007 dibuat jurnal pembalik sebgai berikut:
    Pendapatan bunga..................Rp 1.500.000   
           Piutang Bunga....................Rp 1.500.000
Dengan dibuatnya jurnal pembalik maka akun piutang bunga akan bersaldo  nol,  sedang  akun  pendapatan  bunga  akan  bersaldo  debit sebesar  Rp.  1.500.000,-.
Pada  saat  terjadi  penerimaan  bunga  yaitu tanggal 1 April 2007, perusahaan membuat jurnal sebagai berikut:
    Kas..................Rp 3.000..000   
          Pendapatan Bunga.............Rp 3.000.000

Apabila jurnal tanggal 1 April 2007 diposting ke buku besar akan nampak bahwa akun pendapatan akan bersaldo Rp. 1.500.000,-. Jumlah ini sesuai dengan pendapatan bunga yang diterima selama 3 bulan, yaitu tanggal 1 Januari sampai dengan 1 April 2007 di tahun 2007.
3. Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban)
Ilustrasi: Pada Tanggal 1 Oktober 1990 dibayar premi asuransi untuk masa 1 tahun sebesar Rp. 120.000 ,jadi per bulan 120.000: 12 = Rp 10.000
Jurnal saat transaksi adalah sbb:
   Beban Asuransi............Rp 120.000   
             Kas.................Rp 120.000

dari ilustrasi ini maka perlu dibuat jurnal penyesuaian pada ahir periode yaitu 31 desember 1990, jumlah saldo yang telah menjadi beban adalah Rp 30.000 karena periode yang telah berjalan baru 3 bulan (1/10-1990 - 31/12- 1990) selebihnya masih diakui sebagai harta (asuransi dibayar dimuka). dengan dimikian jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 desember 1990 adalah:
        Asuransi dibayar dimuka..............Rp    90.000   
            Beban Asuransi.........................Rp 90.000

Untuk mengurangi resiko kesalahan dan untuk menyederhanakan pencatatan pada awal periode selanjutnya dibuat jurnal pembalik sebagai berikut:
        Beban Asuransi.................Rp 90.000   
                   Asuransi dibayar dimuka.............Rp 90.000

Dengan adanya jurnal pembalik ini maka pada periode akuntansi berikutnya akun asuransi dibayar dimuka akan menunjukan saldo 0 dan akun beban asuransi akan menunjukan saldo sebenarnya sebesar Debit Rp 90.000.
4. Pendapatan diterima di muka (bila dicatat sebagai pendapatan)
Ilustrasi: :
Maskapai Penerbangan Garuda pada tanggal 1 Desember th X menjual tiket pesawat dengan total harga Rp 15.000.000,00. Sampai dengan 31 Desember th X harga tiket atas penumpang yang sudah diberangkatkan berjumlah Rp 9.000.000,00. Jurnal Umumnya  pada tanggal 1 desember tahun X:
     Kas..................Rp 15.000.000   
          Pendapatan Tiket diterima dimuka.........Rp 15.000.000

Selanjutnya pada tanggal 31 Desember, karena maskapai penerbangan tersebut telah menerbangkan penumpang dengan nilai Rp 9.000.000,00 maka perusahaan tersebut akan mengakui pendapatan tiket sebesar Rp 9.000.000,00. Jumlah ini akan dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi. Sementara itu harga tiket sebesar Rp 6.000.000,00 belum diterbangkan sehingga masih berstatus "Pendapatan Diterima Dimuka" dan jumlah ini akan dilaporkan dalam neraca. Jurnal Penyesuaian bila dicatat sebagai pendapatan yang dibuat pada 31 Desember adalah sbb:

   Pendapatan Tiket...............Rp 6.000.000   
         Pendapatan Tiket Diterima Dimuka.........Rp 6.000.000

Dari awal transaksi pendapatan tiket diakui sebagai pendapatan tiket (terlihat di  jurnal umumnya) maka dalam neraca saldo yang muncul juga akun pendapatan tiket, sehingga akun pendapatan  tiket diterima dimuka (golongan akun utang) dalam jurnal penyesuian adalah akun riil yang baru. Oleh karena itu jurnal penyesuian ini memerlukan jurnal pembalik, yaitu :

   Pendapatan Tiket Diterima Dimuka....................Rp 6.000.000   
           Pendapatan Tiket................................................Rp 6.000.000

Kesimpulan:
Dalam postingan ini terungkap sudah bahwa jurnal pembalik merupakan suatu solusi atau cara untuk menyederhanakan pencatatan transaksi dalam akuntansi (dalam hal ini jurnal umum), selain itu jurnal pembalik juga berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan dalam pencatatan transaksi yang terjadi. Meskipun demikian penyusnan jurnal pembalik tidaklah wajib atau opsional tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Demikianlah pembahasan fungsi jurnal pembalik, semoga bermanfaat

Advertisement

2 Responses to "Fungsi Jurnal Pembalik"

  1. Anonymous30/7/13 12:52

    bukannya saat pembayaran asuransi diatas pada tanggal 1 oktober jurnalnya "asuransi dibayar dimuka" pada "kas" sebesar 120 ya pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jurnal untuk mencatat pembayaran asuransi (asuransi dibayar dimuka) ada dua pendekatan, yaitu pendekatan harta atau pendekatan neraca dan pendekatan beban atau pendekatan laba-rugi, saat dicatat dengan pendekatan beban maka pencatatanya adalah debit beban asuransi Rp 120.000 kredit kas Rp 120.000 sedangkan saat dicatat dengan pendekatan harta maka debit asuransi dibayar dimuka Rp 120.000 Kredit kas Rp 120.000

      Delete

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.