MATERI TERBARU

Cara menyusun RPP terbaru dengan benar dan kreatif

Selamat datang para pendidik kebanggaan bangsa!!! saudara pasti sedang memikirkan cara menyusun rencana terbaik untuk melakukan pembelajaran, alangkah bahagianya saya jika melalui artikel yang sedang saudara baca ini dapat menjadi salah satu referensi yang membantu saudara untuk melaksanakan pembelajaran terbaik yang akan saudara laksanakan. Baik langsung saja dalam artikel ini akan saya bahas cara penyusunan RPP terbaru secara benar sesuai dengan prosedur yang termuat dalam standar proses pendidikan di negara kita tercinta "negara Indonesia", yang dapat diakses dalam BNSP. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau disingkat RPP Merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang wajib disusun oleh sang pendidik sebelum pelaksanaan pembelajaran. Mengapa RPP perlu disusun....?
Salah satu hakikat pembelajaran adalah mengusahakan  seseorang dari tidak bisa menjadi bisa, dari kalimat ini maka tersirat bahwa pembelajaran adalah kegiatan yang mempunyai tujuan atau kegiatan yang terarah. Salah satu hal penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memikirkan dan menyusun rencana yang harus dilakukan dengan matang. Dalam dunia pendidikan rencana tersebut dikenal dengan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP. Jadi dapat terjawab bahwa RPP perlu disusun hal ini tidak lain adalah untuk menentukan arah pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang ditargetkan tercapai dengan optimal. Pertanyaan Selamjutnya adalah :

Bagaimana Cara menyusun RPP dengan benar?

RPP Inovatif
Dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Indonesia.  Perubahan penting yang telah terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia salah satunya adalah perubahan kurikulum, telah kita ketahuai bersama perubahan kurikulum juga diikuti perubahan perangkat pembelajaran salah satunya RPP. Kurikulum yang pernah dipraktikan di Indonesia antara lain kurikulum 1994, Kurikulum berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perubahan tersebut akan terus berlanjut sesuai dengan tuntutan zaman, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan kurikulum terbaru yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang dirancang dengan ketajaman analisis dan pemikiran yang matang serta meninjau kurikulum yang diterapkan dari beberapa negara maju yang mempunyai mutu pendidikan yang baik yaitu jepang dan korea. Kurikulum baru ini direncanakan akan diterapkan dalam pendidikan di Indonesia Tahun 2013, seperti apakah kurikulum tersebut?  Gambaran umum yang di ungkap dalam surat kabar kurikulum tersebut mencoba menanamkan nasionalisme yang tinggi dan nilai-nilai kepribadian luhur pada peserta didik disamping menanamkan pengetahuan yang ditargetkan dalam standar isi.

Untuk menjawab pertanyaan bagamana menyusun RPP dengan benar, maka kita perlu meninjau standar proses pendidikan yang berlaku di Indonesia, untuk mengetahui isi standar proses pendidikan dan prinsip penyusunan RPP dapat membaca artikel sebelumnya tentang RPP sesuai Standar Proses Pendidikan. RPP yang disusun dengan benar akan memberikan kemudahan bagi sang pendidik untuk melaksanakan pembelajaran yang dilakukan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Dalam menyusun RPP terbaru dengan benar maka kita perlu memahami beberapa poin berikut ini :

1. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

2.RPP yang baik itu jelas, siapapun yang mengajarkan akan bisa membaca dan melakukan karena  didalamnya dipaparkan tahap demi tahap (proses)

3. RPP menggambarkan prosedur, struktur organisasi pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar yang ditetapkan dalam standar isi & dijabarkan dalam silabus.

4.Susunan indikator dalam RPP guru melibatkan 3 aspek (kognitif, afektif, psikomotorik) tetapi tidak harus semua.

5.Tujuan pembelajaran wajib memuat ABCD atau lebih jelasnya audience, behaviour, condition, dan degree. Maksudnya, dalam tujuan pembelajaran harus terdapat  peserta didik (audience), tingkah laku belajar (behaviour), kondisi belajar (condition), dan tingkat keberhasilan (degree).

Contoh tujuan pembelajaran:

Melalui pengamatan tentang kebutuhan hidup sehari-hari (condition),  peserta didik (audience) dapat  mengetahui  jenis kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan manusia (behaviour) dengan tingkat ketercapaian 80% " sesuai dengan KKM" atau dengan tingkatan lain (degree)

Selain itu dalam tujuan juga terkandung karakter kepribadian bangsa misalnya Jujur, nasionalis, kerja keras maupun ketrampilan sosial misalnya ketrampilan berpendapat dalam diskusi, ketrampilan bertanya dan sebagainya.

6.Ciri-ciri indikator yang kreatif  dalam menyusun RPP adalah berorientasi pada produk yang akan dibuat oleh siswa. Misalnya siswa membuat jurnal umum serta banyak lagi jenis penugasan yang kreatif dan memaksa siswa mempreaktekan berpikir tingkat tinggi.

7.RPP berisi kegiatan-kegiatan yang terstruktur, Jika tidak terstruktur kemungkinan besar kelas berantakan.

8.Langsung mengajar tanpa RPP boleh saja, asal sang pendidik sudah mengerti & mendokumentasikan skenario pembelajaran 1 tahun.

9.Standar khusus RPP; ada langkah-langkah awal, inti, akhir serta disertakan jenis penilaiannya

Setelah memahai poin-poin diatas selanjutnya perlu mengenal komponen-komponen RPP sesuai dengan standar proses pendidikan Indonesia sebagai berikut:

Komponen- Komponen RPP adalah :

1.Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2.Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3.Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

4.Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

5.Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6.Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

7.Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.

8.Metode pembelajaran
 Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.

9.Kegiatan pembelajaran
a.Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b.Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c.Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

10.Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11.Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Kesimpulan
RPP merupakan suatu hal pokok untuk menunjang keberhasilan pembelajaran yang dilakukan sang pendidik, Rpp harus disusun dengan benar agar tujuan pembelajaran yang ditargetkan tercapai dengan optimal. Rpp yang baik adalah  RPP yang  jelas, Maksudnya siapapun yang mengajarkan akan bisa membaca dan melakukan karena  didalamnya dipaparkan tahap demi tahap (proses). Dalam menyusun RPP kita berpedoman pada standar proses pendidikan, oleh karena itu kita harus memahami standar proses tersebut agar tidak terjadi kekeliruan. Demikianlah pembahasan Cara membuat RPP terbaru dengan benar di blog Akuntansi Pendidik Akuntansi Pendidik. Selanjutnya akan dibahas Contoh RPP Sesuai Standar Proses Pendidikan di Indonesia.

Advertisement

2 Responses to "Cara menyusun RPP terbaru dengan benar dan kreatif"

  1. Anonymous3/3/13 03:01

    terimakasih, sangat membantu :)

    _ame_

    ReplyDelete
  2. materi materi anda sangat membantu kami yang ingin mengenal dasar akuntansi, lebih baik lagi kalau disertai dengan gambar gambar karena sangat membantu sekali terima kasih

    ReplyDelete

Silahkan saudara memberi respon untuk peningkatan mutu artikel blog akuntansi pendidik, peraturan dalam memberi komentar antara lain sebagai berikut:

1. Isi Komentar sesuai topik artikel yang dibahas
2. Tidak meninggalkan link aktif dalam kotak komentar
3. Tidak menerima komentar spam
4. Gunakanlah bahasa yang sopan dan jelas agar penulis dapat mengerti pesan yang saudara berikan

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.